Breaking News

Tulis & Tekan Enter
images

Kegiatan Ramadhan Yayasan Al Ikhlas Patuh Prokes

Kegiatan Ramadhan Yayasan Al Ikhlas Patuh Prokes

 

Bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam diseluruh dunia. Bulan yang didalamnya penuh dengan keberkahan, rahmat dan maghfiroh yang diturunkan oleh Allah swt. Walau sedang berpuasaa tetapi santri tetap mengikuti semua kegiatan di pesantren. Karena tanpa adanya kegiatan di pesantren maka bagaikan makanan tanpa garam. Rasanya tak berdaya apabila pesantren tidak ada kegiatan.

Dengan kegiatan inilah santri akan memiliki banyak pengalaman untuk mengahadapi masa depan dan nantinya ketika menghadapi dunia luar menjadi tidak kaget, takut, minder dan lainnnya.Tentunya dengan kegiatan inilah yang akan membuat santri lebih dalam mengenal kehidupan. Oleh karenanya santri tetap mengikuti kegiatan dengan semangat dan ceria.

Adanya kegiatan di bulan Ramadhan tidaklah membuat santri lemah dan putus asa. Akan tetapi dengan kegiatanlah waktu yang dimiliki seakan-akan cepat atau tidak terasa waktu berbuka puasa cepat tibanya.

Kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan Yayasan Al Ikhlas ponorogo ini bisa dibilang sangat padat dimulai dari melaksanakan shalat tarawih, ngaji al qur’an hingga ngaji kitab kuning dan tentunya dengan mengikuti anjuran pemerintah yakni dengan mematuhi protokol Kesehatan.

Dari sekian banyak kegiatan godaan yang sangat kuat adalah mengantuk pada saat mengaji malam apalagi bagi santri yang berbuka dengan banyak makanan.

Mengaji kitab kuning kita harus senantiasa mendengar dan menulis jika kita kalah dengan godaan tersebut tentu kitab tidak akan terisi dan tentunya kita harus menembel bagian yang kosong tersebut. Menembel kitab tidak sama dengan menyalin buku catatan teman soalnya kitab diisi dengan huruf arab pego bukan dengan latin.

Kecuali jika kita memilih menahan ngantuk maka kitab kita tetap terisi dan tidak pusing untuk menembel. Dari sini kita belajar berfikir kritis antara kegiatan dan akibatnya.

Ketika mengaji malam juga kita harus tahan untuk duduk lama karena biasanya mengaji kitab kuning menghabiskan waktu satu jam lebih maka dari sini kita belajar tetap tenang duduk ketika berzikir dalam waktu yang lama. Dan pada malam lailatul qadar insyaAllah kita bisa tahan duduk lama sambil berzikir pada Allah…

 

 

 

 


TAG

Dipost Oleh Super Administrator

Bismillahirrahmanirahiim